berfaedah, Kerja, yang di kenang

Evaluasi akuntabilitas Kinerja

Evaluasi SAKIP dan Reformasi Birokrasi
Hotel horizon ultima palembang, 23 sd 26 september 2018.

Kalo bahasa nya saya Evaluasi Sakip ini adalah caranya Kemenpan Rb memotret kepiawaian esselon II dalam memimpin Organisasi Perangkat Daerah. Seorang Pemimpin dituntut mampu untuk menurunkan visi misi walikota menjadi turunan kinerja dan selanjutnya di balut dalam program dan kegiatan, sehingga muncullah bagaimana cara kita untuk mencapai tujuan tersebut.

Jelas, pemerintah berusaha kéras agar uang hasil jerih payah masyarakat, pengusaha dll yang dititipkan kepada negara lewat pajak dll dapat bermanfaat berdasarkan pemetaan kinerja yang ingin di capai. Di kesehatan sendiri selain berdasarkan analisa situasi ada berbagai kinerja “pesanan” yang sifatnya top down yang harus kami capai, misalnya Standar Pelayanan Minimal atau yang di singkat SPM dan Sustainable development goals (SDGs).

Kalo ada yang iseng nanya berapa jumlah indikator kinerja yang ada di Kesehatan. Jawabannya pastilah banyak sodara sodara. Kalo Ka.OPD mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan menjelaskan satu persatu IK nya sungguh patut diberikan apresiasi setinggi tingginya. Terus yang begitu adakah di daerah?? Hehe.. ada sodara sodara.. pasti ada. Yakin deh.. pasti ada.

Acara Evaluasi SAKIP ini patut di apresiasi. Saya berharap akan selalu ada evaluasi sakip tiap tahunnya sehingga cita2 good governance dan clean goverment itu bakalan bisa terwujud. Selanjutnya dengan demikian akan didapatkan pemimpin yang piawai dalam mencapai kinerja. Karena di tangan Pemimpin lah nasib bangsa ini berada.

Jelaslah, nasehat lama yang menyatakan bahwa jabatan pemimpin itu adalah amanah yang berat pertanggung jawabannya. Sangking beratnya sahabat Rasululah Miqdad bin ‘Amr ketika ditanya oleh Rasululah bagaimana pendapatnya setelah memimpin suatu daerah miqdad pun menjawab “…. bahwa mulai saat ini tidak akan memimpin sekalipun untuk dua orang” makna bahasa nya dalem sodara sodara. Iya Miqdad bin Amr paham betul akan kelemahan diri. Jika jabatan kepemimpinan dianggapnya sebagai suatu kemegahan yang menimbulkan atau hampir menimbulkan kehancuran bagi dirinya, maka syarat untuk mencapai kebahagian baginya adalah menjauhinya. Selengkapnya kisah Migdad bin ‘Amr bisa di baca di sini ya. https://annisadanafrah.wordpress.com/2018/09/12/miqdad-bin-amr/

Finally, saya jadi geli sendiri.. ini saya nulis apaan? Sebenarnya tujuan awal saya hanya numpang nge save foto. Tapi entah kenapa ngalir dengan sendirinya coretan ini. Biarlah, sebagai pengingat diri sekaligus menasehati diri agar semangat menjalani hari menjadi kuli negara. 😂😁

*catatankulinegara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s