berfaedah, Sirah sahabat #bookreview

Miqdad bin ‘Amr

Kisah sahabat Rasulullah SAW

Hari ini Rabu 12092018 ummah kebagian jatah book review 60 sirah sahabat penulis khalid muhamad khalid penerjemah Muhid dhofir penerbit Al-I’tishom Cahaya Umat, Cetakan ke 7 2017. Kali ini ummah akan menceritakan tentang kisah miqdad bin Amr (Hal. 101).

Miqdad bin Amr atau yang biasa di kenal Miqdad bin Aswad adalah tokoh yang sedang kita bicarakan. Dimasa jahiliyah, ia diambil anak oleh Aswad bin abdi yaghuts. Karena itu ia di panggil Miqdad bi Aswad. Tetapi setelah turunnya firman Allah yang melarang penisbatan nama seseorang ke ayah angkatnya, nama Miqdad di nisbatkan ke nama ayah kandungnya ‘Amr bin Sa’d.

Miqdad merupakan tentara berkuda pertama dalam perang badar. Dikisahkan pada waktu perang badar melawan kafir quraisy, kaum muslimin jumlahnya hanya 1/3 dari kaum kafir. Ini merupakan peperangan pertama dan kaum muslimin pada waktu itu belum teruji dalam peperangan membela islam. Jumlah anggota pasukan islam berkuda ketika itu tidak lebih dari tiga orang, salah satunya adalah Miqdad.

Kiprah miqdad dalam perang badar tersebut senantiasa terukir indah dan tidak akan terlupakan. Bahkan sahabat Rasululah lainnya Abdullah bin Mas’ud ra berkata “aku telah menyaksikan kiprah miqdad. Seandainya aku yang melakukan kiprah itu, tentu lebih aku sukai daripada semua yang ada di muka bumi ini”

Dikatakan dalam riwayat pada waktu jajak pendapat antara Rasululah dan para sahabat, miqdad merupakan salah satu yang mengungkapkan keberaniannya dan semangatnya untuk melindungi Rasulullah Saw.

Selain itu, miqdad juga terkenal dengan kebijakannya dan pola pikirnya yang mendalam. Pada waktu itu ia pernah diangkat oleh Rasulullah saw sebagai gubernur di suatu wilayah. Takkala ia kembali dari tugasnya, Nabi bertanya “Bagaimana dengan jabatanmu?” Ia jawab dengan jujur “Engkau telah menjadikanku menganggap diri ini di atas rakyat sedang mereka di bawahku. Demi yang telah mengutusmu membawa kebenaran, mulai saat ini saya tidak akan menjadi pemimpin sekalipun untuk dua orang”.

Miqdad merupakan sosok yang bijak, laki-laki yang tidak tertipu oleh dirinya dan kelemahannya. Jika jabatan kepemimpinan dianggapnya sebagai suatu kemegahan yang menimbulkan atau hampir menimbulkan kehancuran bagi dirinya, maka syarat untuk mencapai kebahagian baginya adalah menjauhinya.

Selain itu, sikap bijak miqdad terlihat dalam kehati hatiannya dalam menilai seseorang. Miqdad sering menangguhkan penilaian terakhir terhadap seseorang sampai dekat saat kematian mereka. Tujuannya adalah agar orang yang akan dinilainya tidak mengalami hal baru lagi.

Kecintaan miqdad kepada islam tidak terkira besarnya. Ia juga orang yang bijak dan memahami permasalahan dengan benar. Cintanya kepada Rasulullah menumbuhkan rasa tanggung jawab atas keselamatan Rasulullah. Cintanya kepada islam menyebabkan bertanggung jawab untuk membela ajaran islam.

Cita-citanya yaitu kejayaan islam saat ia meninggal dunia. Ia perjuangkan cita-cita ini dengan penuh kesabaran dan pengorbanan bersama rekan-rekan lainnya. Hingga ia layak menyandang sabda Nabi saw., “Sesungguhnya Allah menyuruhku menyayangimu, dan memberitahuku bahwa Dia menyayangimu.”

Demikian kisah singkat tentang miqdad bin ‘Amr sang tentara berkuda pertama dalam sejarah islam.

Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk senantiasa bersemangat mencintai Allah dan Rasulnya Nabi Muhamad saw..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s